oleh

China Ikut Perlombaan Angkasa Luar untuk Mencari Alien, Saingi AS dan Rusia

Ilmuwan SETI dilaporkan telah melacak sinyal yang menjajikan dalam penemuan alien dari sistem bintang terdekat. Namun Vakoch menekankan agar penelitian itu terus dilanjutkan bahkan setelah bintang itu diamati dari observatorium mereka. 

“Itu berarti ilmuwan dapat menghubungi koleganya untuk dapat mulai mengamati ketika bintang muncul di lokasi mereka. Dalam skenario terbaik, para ilmuwan harus bisa mengamati sinyal tersebut selama 24/7 dalam beberapa situs di saat yang sama,” ujarnya.

Vakoch mengatakan bahwa, ketika China mengimplementasikan Survei FAST Astronomi Radio Commensal (CRAFTS), mereka akan mencari fenomena yang sangat berbeda seperti ledakan radio, pulsar, dengan kemampuan pemrosesan sinyal yang ditingkatkan –sinyal buatan yang khas buatan intelejensia luar angkasa. 

“Kecuali Anda dapat mengamati sinyal yang sama yang datang dari luar angkasa di dua lokasi di Bumi, menggunakan observatorium independen, karena sulit untuk mengesampingkan sinyal yang disebabkan oleh kesalahan teknis di satu situs.”

“Kemunculan sinyal yang menarik saat tidak ada observasi untuk transien bisa dengan cepat menghilang, jadi semakin tinggi juga tekanan untuk menentukan apakah sinyal itu memiliki karakteristik sinyal alien atau bukan,” lanjutnya. 

Namun saat ilmuwan SETI mendeteksi sinyal kandidat yang baik dari FAST China, maka mereka harus menunggu konfirmasi dengan telescope radio lainnya di Parkes di Australia, atau Observatorium Green Bank di Amerika Serikat, kata Vakoch.

Dalam pencarian alien, biasanya ilmuwan akan berfokus kepada satu sistem bintang, dan bila tidak ada tanda-tanda sinyal lainnya, maka ilmuwan akan pindah ke sistem bintang berikutnya. Namun jika alien juga memberikan transimi sinyal kepada Bumi bertepatan dengan pencarian sinyal, mungkin para ilmuwan itu lebih dari beruntung.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed