oleh

Indikator Ekonomi Dunia Bisa Resesi, Simak Fakta-faktanya : Okezone Economy

JAKARTA – Ekonomi dunia bakal resesi bukan tidak mungkin. Sebab, hingga saat ini belum ada kepastian kapan pandemi virus corona atau Covid-19 bisa berakhir.

Menteri Keuangan Sri Mulyani juga mengakui bahwa perekonomian dunia terus menurun. Bahkan pertumbuhannya bisa negatif.

Okezone pun merangkum fakta-fakta menarik soal resesi ekonomi dunia di depan mata, Senin (24/5/2020):

1. Tanda-tanda Resesi Ekonomi Dunia

Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, perkembangan April 2020 menunjukkan risiko resesi ekonomi global tetap besar tercermin pada kontraksi berbagai indikator dini seperti kinerja sektor manufaktur dan jasa serta keyakinan konsumen dan bisnis.

Perkembangan ini mengakibatkan volume perdagangan dunia mengalami kontraksi dan diikuti menurunnya harga komoditas dan harga minyak.

2. Diproyeksikan Ekonomi Dunia Tumbuh Negatif

“Dengan proyeksi kontraksi ekonomi berlanjut sampai dengan triwulan III-2020, Bank Indonesia memperkirakan ekonomi global 2020 mencatat pertumbuhan negatif 2,2%,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo

3. IMF Koreksi Pertumbuhan Ekonomi Dunia

Pada bulan Januari 2020, IMF masih optimis dengan proyeksi ekonomi global di tahun 2020 yang akan tumbuh 3,3%. Namun pada April 2020, akibat Covid-19, proyeksi dikoreksi tajam menjadi minus 3,0%.

Artinya proyeksi ekonomi dunia mengalami kemerosotan lebih dari 6% potensi output yang hilang ini lebih besar dari perekonomian Jepang.

4. Dampak bila resesi global

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, Dampak dari resesi global, banyak masyarakat yang tidak bisa bekerja dan terancam kehilangan sumber pendapatannya. Jika tidak diantisipasi dengan segera, kondisi ini akan menjalar ke sektor keuangan, meningkatkan kredit bermasalah atau bahkan berpotensi mengganggu stabilitas sistem keuangan.

“Untuk mencegah hal tersebut, seluruh dunia mengambil langkah-langkah luar biasa untuk menyelamatkan manusia dan perekonomian. Stimulus fiskal dalam jumlah yang sangat besar disiapkan,” ungkap dia.

5. Ekonomi Dunia Diprediksi Pulih 2021

Bank Indonesia menilai pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan kembali meningkat pada tahun 2021 menjadi 5,2% didorong dampak positif kebijakan yang ditempuh di banyak negara dan faktor base effect.

Sementara itu, ketidakpastian pasar keuangan global mulai mereda. Kondisi ini secara perlahan mendorong mulai berkurangnya intensitas aliran modal keluar dari negara berkembang dan kemudian diikuti menurunnya tekanan nilai tukar mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed